Ramallah – Pusat Informasi Palestina
Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina melaporkan bahwa sepanjang bulan Juli 2025, Masjid Al-Aqsa di Yerusalem mengalami 27 kali penyerbuan oleh pemukim ekstremis Yahudisementara adzan dilarang dikumandangkan di Masjid Ibrahimi, Hebron sebanyak 51 kali oleh otoritas pendudukan Israel.
Dalam laporan bulanan yang dirilis pada Minggu (3/8), kementerian tersebut mengungkapkan bahwa Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal ekstremis, Itamar Ben-Gvirmengeluarkan instruksi resmi kepada polisi pendudukan untuk mengizinkan pemukim Yahudi menari dan menyanyikan lagu-lagu keagamaan di seluruh area Masjid Al-Aqsatidak terbatas hanya di bagian timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelanggaran Terang-Terangan di Tempat Suci
Kementerian Wakaf mencatat bahwa pemukim dengan pengawalan ketat polisi Israel melantunkan doa-doa Talmud dan lagu-lagu keras di dalam kompleks Masjid Al-Aqsasuatu tindakan yang dipandang sebagai bentuk penodaan terhadap kesucian tempat ibadah umat Islam. Dalam salah satu kejadian, sebuah band Zionis memainkan lagu religius nasionalis berjudul “Jika Aku Melupakanmu, Wahai Yerusalem” di dekat Bab Al-Rahmabagian penting dari Al-Aqsa. Lagu tersebut secara eksplisit menyerukan pembangunan kembali Sukses umpanyang oleh banyak orang dipandang sebagai simbol upaya yahudisasi dan penghilangan identitas Islam dari Al-Aqsa.
Masjid Ibrahimi Dibungkam, Azan Dihalangi Puluhan Kali
Di tempat suci lainnya, Masjid Ibrahimi di Hebronotoritas pendudukan dilaporkan melarang panggilan 51 kali selama Juli. Kementerian menyebut bahwa Muazin sengaja diblokirserta gerbang dan jendela timur masjid telah ditutup paksa selama lebih dari delapan bulan. Ini merupakan bagian dari kebijakan sistematis Israel yang bertujuan menghapus simbol-simbol keislaman dan menguasai penuh situs-situs suci.
Kementerian menegaskan bahwa pelanggaran terhadap kedua masjid suci ini merupakan bagian dari strategi kolonial untuk menghapus identitas Palestina dan memaksakan kedaulatan Israel atas wilayah-wilayah pendudukanterutama di Yerusalem dan Hebron.
Panggilan untuk melindungi tempat kudus dan bertahan hidup di masjid
Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Wakaf mendesak komunitas internasional dan lembaga-lembaga hak asasi manusia untuk segera turun tangan melindungi tempat-tempat suci umat Islam. Mereka juga menyerukan kepada rakyat Palestina agar senantiasa hadir dan melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ibrahimisebagai formulir perlawanan spiritual dan eksistensial terhadap pendudukan.
Serbuan Massal pada Hari Peringatan Yahudi
Laporan ini diterbitkan bertepatan dengan serbuan besar-besaran pemukim ke Masjid Al-Aqsa dalam rangka peringatan yang mereka sebut sebagai “Hari Berkabung atas Penghancuran Bait Suci”bertepatan dengan peringatan Perang Enam Hari 1948. Dalam momen itu, sebanyak 3.023 pemukim Yahudi menyerbu Masjid Al-Aqsa pada pagi harididampingi beberapa menteri dan anggota parlemen Israel (Knesset).
Rekaman video yang beredar memperlihatkan pelaksanaan ritual keagamaan Yahudi di dalam area masjidtermasuk “Berkah Imam” yang dilakukan di beberapa titik, melampaui batas wilayah timur yang sebelumnya ditentukan. Sementara itu, polisi pendudukan menutup akses masuk bagi jamaah Muslim demi mengamankan penyerbuan tersebut.
Kesimpulan: Eskalasi Sistematis dan Bungkamnya Dunia
Apa yang terjadi di Masjid Al-Aqsa dan Masjid Ibrahimi bukan hanya bentuk provokasi agamatetapi juga bagian dari Strategi panjang untuk merebut penyembahan umat Islam di bawah diamnya dunia internasional. Identitas spiritual dan kebebasan beragama rakyat Palestina terus-menerus berada di ujung tanduk, sementara penjajahan budaya dan religius terus dipaksakan dengan cara-cara yang sistematis dan kejam.
RakyatPos.ID Network














