
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KAIST mengembangkan perangkat kekakuan variabel untuk aplikasi adaptif. (Gambar milik Kaist)
Seoul, 5 Juni (Korea Bizwire) – – Tim bersama peneliti dari KAIST dan Seoul National University telah mengembangkan tinta logam cair inovatif yang mampu bergeser antara negara bagian yang kaku dan fleksibel tergantung pada suhu, membuka jalan bagi perangkat yang dapat dipakai generasi berikutnya dan implan medis.
Tim, yang dipimpin oleh Profesor Jung Jae-Woong dari Departemen Teknik Elektro Kaist, Profesor Steve Park dari Departemen Ilmu dan Teknik Bahan Kaist, dan Profesor Park Sung-joon dari Seoul National University, mengumumkan temuan pada hari Rabu. Karya mereka diterbitkan dalam edisi 30 Mei Kemajuan Sains.
Di jantung inovasi adalah gallium, logam yang meleleh sekitar 29,8 ° C – di dekat suhu tubuh manusia. Sementara gallium padat dan keras pada suhu kamar, itu menjadi lunak dan cairan saat dihangatkan, menawarkan berbagai fleksibilitas mekanis.
Namun, kecenderungan material untuk menggumpal tetesan dan ketidakstabilannya dalam bentuk cair secara historis membuat pencetakan sirkuit yang tepat menjadi sulit.
Tim mengatasi tantangan ini dengan mengembangkan metode untuk mengontrol tingkat pH Gallium. Dengan menyebarkan partikel gallium skala mikrometer ke dalam pelarut netral yang dicampur dengan polimer, mereka menciptakan tinta yang stabil yang cocok untuk pencetakan resolusi tinggi, suhu kamar.
Selama proses pemanasan, pelarut menjadi asam, melucuti lapisan oksida dari partikel gallium dan mengaktifkan konduktivitasnya.
Hasilnya adalah sirkuit elektronik yang dicetak yang secara dinamis dapat bergeser dari kekakuan seperti plastik ke kelembutan seperti karet-ideal untuk elektronik fleksibel.
Untuk menunjukkan keserbagunaan material, para peneliti mengembangkan monitor kesehatan yang dapat dipakai yang tetap kaku selama penanganan tetapi melunak saat dipakai. Mereka juga menguji tinta dalam aplikasi probe otak, di mana tetap kuat selama penyisipan tetapi melunak dalam jaringan otak untuk mengurangi peradangan.
“Penelitian ini memecahkan tantangan lama dalam pencetakan logam cair dan membuka pintu bagi fabrikasi sirkuit yang sangat tepat,” kata Profesor Jung. “Ini memiliki aplikasi luas di seluruh elektronik multiguna, teknologi medis, dan robotika.”
Studi ini menandai langkah yang signifikan menuju perangkat elektronik yang dapat dikonfigurasi ulang yang beradaptasi dengan lingkungan mereka – apakah dikenakan pada tubuh atau diintegrasikan ke dalam prosedur medis yang sensitif.
MH Lee ([email protected])
RakyatPos.ID Network














