NETWORK : RakyatPos | ValoraNews | KupasOnline | TopSumbar | BanjarBaruKlik | TopOne | Kongkrit | SpiritSumbar | Basangek | MenaraInfo | Medikita | AcehPortal | MyCity | Newsroom | ReportasePapua | RedaksiPos | WartaSehat JetSeo

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pernyataan Megawati Tolak Cucu Punya Pacar Pendek Tuai Kontroversi, Benarkah Karena Genetik? | RakyatPos Jawa

19/02/23 | 14:50 WIB Last Updated 2023-02-19T06:50:06Z


Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri baru-baru ini menuai banyak kritik mengenai ucapannya tentang tinggi badan. Pasalnya, Megawati itu menyinggung jika ia tidak ingin cucunya memiliki kekasih yang pendek dan jelek.

Ucapan Megawati Soekarnoputri ini dikatakan langsung saat menjadi keynote space pada Seminar Nasional Pancasila dalam Tindakan: Gerakan Semesta Berencana Mencegah Stunting, Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan, Kekerasan dalam Rumah Tangga, serta Mengantisipasi Bencana yang digelar BKKBN, BPIP dan BRIN.

"Jadi sekarang aku bilang, 'kalau ada yang naksir, enggak usah kelenger dulu ya. Dijejer-jejer aja, liatin dulu supaya tanding, jangan cari yang pendek ya," ucap Megawati,  Jumat (17/2/2023).

Megawati menjelaskan, tinggi badan tersebut akan sangat memengaruhi anak dari cucunya itu. Ia menambahkan, hal ini karena tinggi badan akan berpengaruh berdasarkan ilmu genetika. Oleh sebab itu, ia berharap cucunya dapat memiliki pacar dengan tinggi 180 cm.

"Saya bilang dari sisi ilmu genetika, itu merusak banget. Aduh enggak dah. Hayo ketawa loh. Wah iya-loh. Pokoknya saya ceplas ceplos. Loh, iya dong, maunya 180 (cm). Saya ngomongin dong ke cucu saya, yang keren dong, ganteng," ujarnya.

Ucapan Megawati itu langsung menuai banyak kritik. Ada juga yang mengomentari kalau tinggi badan tidak hanya dipengaruhi karena faktor keturunan. Bahkan beberapa mengatakan kalau Megawati telah melakukan body shaming pada orang-orang yang bertubuh pendek.

Namun, sebenarnya benarkah genetik memengaruhi tinggi seseorang? Selain itu, apa saja faktor lain yang memengaruhi tinggi seseorang?

Mengutip SehatQ,  dr. Pany menjelaskan, faktor keturunan atau genetik memang memengaruhi tinggi seseorang. Ketika orang tua pendek, itu akan membuat anaknya mengalami hal yang sama. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan sang anak bisa tinggi.

Pasalnya, tinggi seseorang sendiri juga dipengaruhi berbagai faktor lain, seperti nutrisi yang masuk, lingkungan, hingga kondisi medis atau penyakit yang memengaruhi pertumbuhan tulang.

Jika nutrisi anak baik, itu akan memengaruhi tumbuh dan kembang, termasuk tingginya. Hal itu karena nutrisi akan membantu membangun struktur tulang dengan optimal.

Selain itu, ada beberapa cara juga yang orang tua dapat lakukan untuk mengoptimalkan tinggi anak, di antaranya sebagai berikut.

- Memberikan nutrisi yang lengkap pada anak, khususnya mengandung protein dan kalsium.

- Memberikan suplemen kalsium, mineral, dan multivitamin yang membantu pertumbuhan anak.

- Memiliki waktu tidur yang cukup agar hormon pertumbuhan dapat bekerja dengan baik.

- Berolahraga atau aktivitas fisik yang membantu tinggi anak.

- Menjaga kesehatan fisik.

Jika anak mengalami kelainan pertumbuhan, dapat segera memeriksa ke dokter. Dengan begitu, orang tua dapat mengetahui apakah anaknya memiliki masalah pertumbuhan atau tidak.

Sumber: suara
Foto: Megawati dan Puan Maharani. [Instagram/@presidenmegawati]

RakyatPos Jawa

RakyatPos.ID Network